Lelaki itu duduk menatap layar televisi malam itu.
Aku memandangnya, wajahnya terlihat lelah, namun tak pernah sekalipun ia mengeluh.
Dialah lelaki yang paling kucintai.
Dia yang selalu rela berkorban demi kebahagiaan dan masa depanku.
Dia yang rela tidak tidur menjagaku dari nyamuk-nyamuk nakal yang mengganggu.
Dia tak pernah banyak bicara namun kutahu rasa sayangnya terhadapku sungguh luar biasa hebatnya.
Dia yang selalu luar biasa sabar dalam menghadapi keegoisanku.
Dia yang tak pernah menampakkan kesedihan maupun kelelahannya, walau kutahu beban hidup kadang terlalu berat untuk dijalani.
Kini aku mengerti, mengapa ibuku sangat mencintaimu.
Ayah.. aku berjanji, akan membuatmu bangga suatu saat nanti.
Akan kubuktikan, bahwa anakmu yang manja ini, akan membuatmu tersenyum bangga.
Bahwa pengorbananmu untukku, takkan pernah sia-sia..
No comments:
Post a Comment