Monday, October 23, 2017

ONE DAY TRIP TO NUSA PENIDA, BALI ( Part I )

Agustus bulan kemarin kebetulan saya mendapat tiket murah dari promo Airasia. untuk tiket Bandung - Bali 2 orang saya hanya perlu membayar 859.000 saja, tentu dengan penukaran poin BIG yang saya punya.Akhirnya setelah membeli tiket saya mulai browsing tempat-tempat yang mau saya tuju, dan pilihan pertama saya jatuh pada Nusa Penida. 

Nusa Penida adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah tenggara Bali yang dipisahkan oleh selat Badung. Nah, karena untuk pergi ke Nusa Penida hanya bisa diakses melalui jalur laut, hasil saya browsing kita bisa menyebrang menggunakan sampan tradisional, speed boat, kapal roro Nusa Jaya Abadi, sampai kapal cruise. Yang paling banyak dipakai orang adalah speed boat, karna lebih murah dengan waktu yang tidak begitu lama. Kalian bisa menyebrang lewat pantai sanur yang mana disana berjejer loket-loket yang menawarkan speed boat ke Nusa Penida. Untuk harga berkisar antara 100-200rb, dan di Nusa penidanya bisa menyewa mobil atau motor untuk berkeliling. 

Nah berhubung saya dan suami ini orangnya ogah ribet ini itu, saya memutuskan menggunakan travel yang sudah menyiakan tiket menyebrang Sanur-Nusa Penida PP, mobil, beserta tour guide. Travel yang saya gunakan waktu itu adalah @lepassuntuk, harganya untuk 1 day trip Nusa Penida adalah 599.000/orang (jika berdua, tapi jika lebih banyak orang, makin murah, start from 350.000/orang). Saya menjadwalkan trip Nusa Penida untuk tanggal 18 Oktober, karna kami baru sampai Bali tanggal 17 oktober sore, sedangkan penyebrangan dilakukan pagi hari.

Sampai Bali, kami langsung menuju Sanur dan mencari penginapan yang dekat dengan pantai Sanur supaya besoknya tidak terburu-buru. Hotel daerah sana sangat banyak, waktu itu saya memutuskan untuk menginap di The Alley City Hotel dengan harga 200ribu-an. Nah tips kalau yang mau menginap daerah sanur untuk menyebrang ke Nusa Penida, lebih baik menginap di hotel yang murah saja, karena waktu di hotel hanya akan kalian pakai untuk tidur di malam hari.

1. Keberangkatan ( Pantai Sanur )
Jam 7 pagi kami berangkat dari hotel karena diharuskan sudah berada di lokasi pemberangkatan maksimal jam 07.20 WITA, dan langsung daftar ulang di loket yang telah ditentukan, waktu itu kami menggunakan Idola Express. Karena sudah membayar via travel, jadi saya hanya perlu sebutkan nama dan dari travel mana. Sambil menunggu boatnya datang, kami memutuskan untuk mencari sarapan disekitar situ, dan makan nasi bungkus di pinggir pantai. Harga 2 nasi bungkus, 1 gelas teh hangat, dan 1 gelas kopi hanya 20ribu saja, cukup untuk mengisi perut kosong sebelum menyebrang.

Setelah makan kami kembali ke loket dan mereka menginfokan bahwa kapal sudah datang dan kita bisa langsung naik. Posisi boat ada di sebelah kanan pantai agak jauh dari loketnya. Untuk naik speedboat, sendal/sepatu yang kita gunakan dilepas dan dikumpulkan di wadah yang telah disediakan, karna untuk naik harus agak nyemplung sedikit ke air. Kapasitas speedboat berkisar 85 orang, saat itu hanya ada 50 orang sepertinya.


duduk di seat agak depan

 2. Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida
Setelah kurang lebih 40 menit menyebrang akhirnya kami sampai di pelabuhan Sampalan, Nusa Penida. Awalnya agak takut sebenernya, karena ini pengalaman pertama saya naik speedboat, tapi ternyata ga terlalu menyeramkan, hanya di tengah-tengah laut memang ombaknya agak besar, sampai-sampai ada ibu-ibu yang teriak-teriak karena takut. 


Speed Boat Idola Ekspress
Tapi semua itu terbayar begitu boat kami berlabuh. WAAAAHHHHH.. lautnya benar-benar indah, hijau bening! berasa pengen langsung nyeburr ( sok sok bisa renang padahal gabisa :') ) I mean, baru pelabuhannya aja udah bikin jatuh cinta :') Oiya, berbeda dengan tadi di Pelabuhan Sanur, disini kita ga usah nyelup ke air lagi untuk turun dari boat, seperti gambar di di atas. Begitu jalan ke tepi pantai sudah ada beberapa guide yang membawa kertas berisi nama-nama yang akan mereka guide, termasuk nama saya! Guidenya bernama Bli Wayan, orang asli Palembang yang berakhir tinggal di Bali. Mobil yang kami gunakan APV, untuk berdua saja, mobilnya nyaman, AC dingin, dan Bli Wayan yang sangat interaktif tentu membuat kami makin bersemangat menjelajahi Nusa Penida!


langsung selfie setelah turun dari boat

 3. Pohon Cinta & Klingking Beach

Tujuan pertama kami adalah Pohon Cinta & Klingking Beach, yang ditempuh sekitar 45-60 menit dari pelabuhan. Akses jalannya tidak begitu besar, berliku-liku, dan tidak mulus, but again, it worth the price! Jadi posisi Pohon Cinta ini berada di kawasan klingking Beach. Kalau ngeliat pohonnya sih, saya juga ga ngerti kenapa dinamain Pohon Cinta, mungkin harusnya dinamain Pohon Selfie, karna banyak orang berfoto disana, ini penampakannya;
Pohon Cinta
Keren ya, berasa foto diatas pohon yang tinggi banget ngegantung di awan. Tapi tahukan kamu, penampakan asli si pohon cinta ini sebenernya ga terlalu tinggi, kaya gini;




Setelah berpuas foto-foto di pohon cinta dengan dibantu guide yang megangin tangga (suamik sibuk fotoin), kamipun lanjut jalan masih di area yang sama, menuju klingking beach. Wuaahhh.. Jatuh cinta untuk yang kedua kali. Soooooo beautiful ! Tapi lagi, saya bingung kenapa disebut klingking, menurut saya lebih mirip dinosaurus/ kadal nemplok daripada kelingking wkwkwk, 
but seriously, its so marvelous!



Disana kalian bisa berpuas-puas foto-foto ataupun menikmati pemandangan. Sebenernya ada akses menuju kebawah sana, tapi jalannya cukup terjal, dan pak suami lagi sibuk nyari sinyal karna harus menghubungi anak buah di bandung demi kelancaran usaha, kami memutuskan untuk menikmati pemandangan dari atas saja. Nah, kalau sudah terasa kepanasan, kalian bisa istirahat di warung-warung yang menyediakan makanan dan minuman, kami membeli 2 buah kelapa muda dengan harga 20ribu/buah.

Oiya yang harus kalian tau, bahwa sinyal disini agak susah, naik turun, sangat tidak stabil, terutaman di perjalanan menuju spot-spot kebanyakan NO SERVICE alias tidak ada sinyal sama sekali, nah di klingking beach ini lumayan ada sinyal walaupun hanya di beberapa tempat. Jadi untuk yang memutuskan ke sini tanpa guide, hati-hati, karna GPS juga butuh sinyal :')
.
.
.
.
Next spot bakal saya tulis di blog selanjutnya yaa.. caww!